Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Pada Baznas Kota Bukittinggi Berdasarkan PSAK No. 16

  • Muhammad Adzan Renold Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Nini Sumarni Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia
Kata Kunci: Aset Tetap; PSAK No. 16; Penghentian Aset Tetap; Laporan Keuangan; BAZNAS Kota Bukittinggi; Laporan Perubahan Dana

Abstrak

Abstrak

BAZNAS Kota Bukittinggi memiliki beberapa aset tetap namun sudah rusak dan tidak diperlukan lagi dalam aktivitas lembaga, menurut PSAK No.16 diharuskan untuk melakukan penghentian pengakuan aset tetap. Jenis Penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan pengkajian laporan keuangan yang menyangkut pencatatan aset tetap. Sumber data yang menjadi acuan penelitian ini data primer dan data sekunder. Hasil Penelitian yaitu BAZNAS Kota Bukittinggi telah mempraktikkan PSAK No. 16 tentang pengakuan, perolehan, depresiasi, dan pelaporan aset tetap, namun penerapan penghentian pengakuan aset tetap belum diterapkan sehingga harga perolehan aset tetap yang sudah rusak masih diakui dalam laporan keuangan, terdapat kerugian penghentian aset tetap sehingga harus disajikan dalam laporan perubahan dana. Menurut Kebijakan Keuangan BAZNAS dan LAZ selisih nilai yang terjadi akibat pelepasan aset tetap harus disajikan kedalam laporan keuangan perubahan dana amil atau dana zakat atau dana infak dan sedekah.

Abstract

BAZNAS Bukittinggi city owns several fixed assets that are damaged and no longer used in institutional activities. Under PSAK No. 16, such assets should be derecognized. This study uses a descriptive qualitative method by analyzing financial reports related to fixed asset records, with data drawn from primary and secondary sources. The findings show that BAZNAS has implemented PSAK No. 16 in terms of recognition, acquisition, depreciation, and reporting. However, derecognition has not been applied, causing acquisition costs of damaged assets to remain in the financial statements. This results in losses on asset derecognition, which should be presented in the statement of changes in funds. According to BAZNAS and LAZ financial policies, differences arising from asset disposal must be reported in the financial statements under amil funds, zakat funds, or infak and sedekah funds.

Diterbitkan
2025-12-31
Cara Mengutip
Renold, M., & Sumarni, N. (2025). Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Pada Baznas Kota Bukittinggi Berdasarkan PSAK No. 16. Ekono Insentif, 19(2), 75-86. https://doi.org/https://doi.org/10.36787/jei.v19i2.2090
Bagian
Articles