Abstrak

Abstrak - Kegiatan wisata yang ada di Kota Bandung begitu bervariasi, sehingga dapat mendorong banyaknya usaha bermunculan. Menurut Morrison (2000:109), dalam Isharyanti (2010:10) terdapat tiga bagian dalam hospitality industry, di antaranya adalah lodging operation, food and beverage service, dan travel/tourism. Marsum WA, (2010:7) pertumbuhan cafe dan restoran di Jawa Barat, khususnya di Bandung sangat pesat dibandingkan dengan daerah lainnya. Peningkatan jumlah tersebut disebabkan tren permintaan dan penawaran atas sektor hospitality industry tinggi, pergeseran pola hidup masyarakat dan kebijakan pemerintah yang mendukung iklim investasi untuk pengembangan hospitality industry. Hal tersebut selain membuka peluang juga memunculkan permasalahan baru yaitu tingkat persaingan di restoran dan cafe di kota Bandung sangat ketat, yang mengerucut kepada penurunan: jumlah pelanggan cafe & resto selama 6 bulan terakhir, minat konsumen berkunjung ke cafe & resto dan rekomendasi konsumen untuk berkunjung ke café. Untuk itu dirumuskan penelitian deskriptif verifikatif untuk mengetahui dampak peningkatan maupun penurunan experiential marketing terhadap minat beli yang dimoderasi oleh strategi harga dan citra perusahaan pada café di kota Bandung, menggunakan consecutive sampling dan partial least square (PLS) untuk menguji hipotesis yang diolah melalui software XLSTAT. Hasil penelitian menunjukan strategi harga dan citra perusahaan mampu memoderasi experiential marketing pada peningkatan minat beli.


 


 


Kata kunci : experiential marketing, strategi harga, citra perusahaan, minat pembelian ulang.