https://jurnal.lldikti4.or.id/index.php/jurnalsoshum/issue/feedJurnal Soshum Insentif2026-08-05T18:37:16+07:00(admin) Usep Kosasihusep-kosasih@uninus.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Soshum Insentif dengan ISSN cetak <a href="http://u.lipi.go.id/1540979129"><strong>2655-268X</strong> </a>dan ISSN elektronik <a href="http://u.lipi.go.id/1540979500"><strong>2655-2698</strong></a> diterbitkan 2 (dua) kali dalam satu tahun oleh <strong>LLDIKTI Wilayah IV</strong> yaitu bulan April dan Oktober. Pada tanggal <strong>09 Desember 2021</strong>, Jurnal Soshum Insentif telah berstatus sebagai <strong>Jurnal Nasional Terakreditasi Peringkat 3 sesuai </strong>dengan<strong> SK No. 204/E/KPT/2022</strong>. Jurnal ini berisi tulisan hasil penelitian dan kajian analisis di bidang <strong>Sosial dan Humaniora</strong> yang diseleksi dengan <strong>sistem Blind Review</strong>. Software <strong>Ithenticate</strong> digunakan sebagai tool untuk menjaga tingkat plagiarisme tetap dibawah ketentuan.</p>https://jurnal.lldikti4.or.id/index.php/jurnalsoshum/article/view/2263Penguatan Relasi Polisi–Warga melalui Program Polisi RW dalam Membangun Kepercayaan Publik Berbasis Modal Sosial2026-08-05T10:05:48+07:00Mursyid Setiawanmursyidsetiawan@upi.edu<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepercayaan publik terhadap kepolisian dalam mewujudkan keamanan yang demokratis dan efektif. Program Polisi RW hadir sebagai inovasi berbasis <em>community policing</em> untuk memperkuat relasi polisi–warga melalui interaksi langsung di tingkat komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Kota Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan perspektif modal sosial yang meliputi kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Polisi RW mampu membangun kepercayaan melalui kehadiran langsung, keadilan prosedural, dan responsivitas; memperkuat jaringan sosial melalui interaksi intens dan kolaborasi lintas aktor; serta membentuk norma sosial melalui partisipasi kolektif, musyawarah, dan edukasi. Ketiga dimensi tersebut saling memperkuat dalam menciptakan relasi polisi–warga yang lebih partisipatif, responsif, dan berkelanjutan.</p>2026-06-26T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.lldikti4.or.id/index.php/jurnalsoshum/article/view/2279Pengaruh Literasi Numerasi Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa2026-08-05T18:12:29+07:00L.M. Sahbudin Pratamalmsahbudinpratama@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi numerasi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto dan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 60 siswa kelas IV dan V SD Negeri 30 Tual yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes literasi numerasi dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi numerasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa literasi numerasi memberikan kontribusi sebesar 55,7% terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Dengan demikian, semakin baik kemampuan literasi numerasi siswa maka semakin baik pula kemampuan pemecahan masalah matematikanya. Penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan literasi numerasi penting diterapkan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.</p>2026-07-03T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.lldikti4.or.id/index.php/jurnalsoshum/article/view/2260Reorientasi Nilai dan Strategi Pendidikan Multikultural dalam Penguatan Moderasi Beragama di Era Pluralitas2026-08-05T10:05:48+07:00MIFTAHUL ARIFINmiftahularifiin71@gmail.comMUHAMMAD FAHMImuhammadfahmi@uinsa.ac.idFAUZUL RHOMA DHONA OKTAVIYANTIfauzulrhomadhonaoktavianti@gmail.com<p>Keanekaragaman Bangsa Indonesia merupakan sebuah kekayaan yang seharusnya dijaga dan bukan untuk diperselisihkan. Memang, keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia memiliki potensi positif, namun juga dapat memicu timbulnya konflik jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, perlu adanya peran kontribusi yang dapat melahirkan kesatuan dan keharmonisan dalam bernegara di negara multikultural ini, salah satunya melalui peran kontribusi dari pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan relevansi dan sinergi konseptual antara pendidikan multikultural dan moderasi beragama dengan menawarkan model kontekstualisasi yang aplikatif di lingkungan pendidikan. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui obyek alamiah terkait kontekstualisasi pendidikan multikultural dalam kerangka moderasi beragama yang menekankan pada reorientasi nilai, strategi, dan praktik melalui pendekatan analisis wacana kritis. sumber data yang digunakan adalah literatur akademik seperti jurnal, artikel, buku, hasil penelitian, kebijakan pendidikan dan dokumen moderasi beragama Kemenag. Kemudian data yang sudah dikumpulkan dilakukan analisis tematik dan hermeneutik untuk menemukan sintesis antara nilai-nilai multikultural dan moderasi beragama. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah pendidikan multikultural menjadi ruang internal moderasi beragama melalui kurikulum inklusif dan pembelajaran dialogis yang dapat menciptakan pembelajaran lintas iman dan lintas budaya yang dipraktikkan dalam model spiral integratif.</p>2026-07-03T10:00:51+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.lldikti4.or.id/index.php/jurnalsoshum/article/view/2255Implementasi Manajemen Sosial dalam Pengelolaan Lembaga PAUD2026-08-05T10:05:48+07:00Revita Yanuarsariryanuarsari@yahoo.co.idHanafiah Hanafiahhanafiah@uninus.ac.id<h2>Abstrak</h2> <p>Pengelolaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memerlukan penerapan manajemen sosial yang efektif untuk membangun hubungan harmonis antara lembaga, orang tua, dan masyarakat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya manajemen sosial dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung keberhasilan program PAUD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi manajemen sosial dalam pengelolaan lembaga PAUD. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen sosial dilakukan melalui komunikasi yang intensif, pelibatan orang tua dalam kegiatan sekolah, serta kerja sama dengan masyarakat sekitar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen sosial yang baik dapat meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga PAUD dan memperkuat kemitraan antara lembaga, orang tua, dan masyarakat.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Pengelolaan, Manajemen. Lembaga PAUD, Sosial</p> <h2>Abstract</h2> <p><em>The management of Early Childhood Education (PAUD) institutions requires the implementation of effective social management to foster harmonious relationships among the institution, parents, and the community. The background of this study is based on the importance of social management in enhancing community participation and supporting the success of PAUD programs. The objective of this study is to describe the implementation of social management in the administration of PAUD institutions. The research method used is qualitative descriptive, with data collection techniques involving observation, interviews, and documentation involving school principals, teachers, and parents. The results of the study indicate that the implementation of social management is carried out through intensive communication, the involvement of parents in school activities, and cooperation with the surrounding community. The conclusion of this study indicates that good social management can improve the quality of PAUD institution management and strengthen partnerships between the institution, parents, and the community.</em></p> <p><em>Keywords: Management, PAUD Institutions, Social</em></p>2026-07-03T10:33:29+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.lldikti4.or.id/index.php/jurnalsoshum/article/view/2246The Politics of Victimhood Representation in True Story-Based Films: A Conceptual Analysis of Indonesia and the United States2026-08-05T10:05:48+07:00Annisah Putriannisahputri@usk.ac.idRizfa MaghfirahRizfam@gmail.comZakirah Azmanzakirahazman@usk.ac.id<p style="font-weight: 400;"><em>This article examines the politics of victimhood representation in true story-based films through a conceptual comparison between Indonesia and the United States. It argues that portrayals of female victims are not merely narrative choices but are shaped by media regimes, policy frameworks, and socio-cultural contexts that influence how gender-based violence is understood publicly. Using Vina Sebelum 7 Hari and She Said as illustrative cases, the study identifies two contrasting patterns of victimhood representation: sensational victimhood, which emphasizes suffering and emotional spectacle, and advocacy victimhood, which connects victims’ experiences to institutional accountability and justice processes. The analysis suggests that these representational differences have political implications for public perceptions of gender-based violence, the normalization of accountability, and the effectiveness of protection policies. By linking media representation with gender governance, this study highlights the role of film as a symbolic arena that shapes public understanding of justice, responsibility, and women’s rights in different socio-political contexts.</em></p>2026-07-03T10:49:13+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.lldikti4.or.id/index.php/jurnalsoshum/article/view/2267Eduforestry Gunung Puntang: Sinergi Konservasi Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Bukit Amanah2026-08-05T18:37:16+07:00Siti Nursitinuryendi@gmail.com<p><span style="font-weight: 400;">Degradasi hutan dan rendahnya keterlibatan masyarakat lokal masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kehutanan berkelanjutan di Indonesia. Meskipun pendekatan perhutanan sosial telah berkembang, implementasinya cenderung parsial, belum mengintegrasikan konservasi, edukasi lingkungan, dan penguatan kelembagaan lokal secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program Edu Forestry di Gunung Puntang sebagai model integratif yang menggabungkan konservasi hutan, pendidikan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bukit Amanah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif berbasis laporan program, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis melalui reduksi dan interpretasi data. Hasil menunjukkan bahwa Edu Forestry meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat konservasi hutan dan air, serta mendorong diversifikasi ekonomi melalui agroforestri kopi organik dan ekowisata edukatif. Kolaborasi multi stakeholder memperkuat tata kelola partisipatif dan keberlanjutan program. Kebaruan penelitian ini terletak pada model Eduforestry berbasis integrasi konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi sebagai pendekatan pengelolaan hutan yang adaptif dan berkelanjutan.</span></p>2026-07-16T13:35:25+07:00##submission.copyrightStatement##