Studi Kinetika Reaksi Pembuatan Biodiesel dari Minyak Nyamplung Menggunakan Iradiasi Microwave

  • Nisa Nurhidayanti STT Pelita Bangsa
Kata Kunci: biodiesel, iradiasi microwave, kinetika reaksi, minyak nyamplung

Abstrak

Minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum Linn) adalah salah satu bahan baku yang potensial untuk produksi biodiesel karena kandungan minyaknya yang tinggi. Minyak nyamplung mengandung asam lemak bebas yang tinggi, proses pretreatment dalam penelitian ini dapat mereduksi asam lemak bebas dari 27,978 % menjadi 1,269% sehingga minyak dapat dilanjutkan pada proses transesterifikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi metil ester dalam produk, mengkaji kinetika reaksi pembuatan biodiesel dan mengkaji pengaruh penggunaan iradiasi microwave terhadap energi aktivasi dan laju reaksi transesterifikasi dibandingkan dengan metode konvensional. Power microwave (100, 200 dan 400W), waktu iradiasi (5, 7, 10, 12 dan 15 menit) dan suhu reaksi (50, 55, 60, 65 dan 70 oC) digunakan sebagai parameter penelitian. Kondisi operasi terbaik menggunakan power microwave 200W pada suhu 65 oC selama 5 menit, yield biodiesel maksimal sebesar 84,62% dan sifat fisik biodiesel telah memenuhi standar SNI 04-7182-2006, ASTM 6751-02 dan EN-14214. Biodiesel nyamplung mengandung 30,23% metil oleat, 25,76% metil linolelaidat, 19,21% metil palmitat, 15,75% metil stearat, 2,11% metil lignocerat, 1,41% metil eicosanoic, 0,54% metil behenate dan 0,37% metil palmitoleat. Biodiesel nyamplung dengan iradiasi microwave memiliki energi aktivasi (Ea) sebesar 2579,834 J/mol, faktor tumbukan (A) sebesar 1,0161 L/mol menit, laju reaksi transesterifikasi (rt) = 1,0161e(-2579,834/RT) [ME] dan waktu reaksi selama 5 menit. Sedangkan biodiesel nyamplung dengan metode konvensional memiliki energi aktivasi (Ea) sebesar 4831,265 J/mol, faktor tumbukan (A) sebesar 0,3772 L/mol, laju reaksi transesterifikasi (rt)=0,3772 e(-4831,265/RT)[ME] dan waktu reaksi selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan iradiasi microwave dapat meningkatkan laju reaksi transesterifikasi, menurunkan energi aktivasi dan mengurangi waktu reaksi menjadi 1/6 kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Diterbitkan
2019-04-19