Metode Penerjemahan Wacana Diplomasi Jepang
Studi Kasus pada Konten Diplomasi Kedutaan Jepang di Media Sosial Instagram
Abstrak
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode penerjemahan yang digunakan untuk menerjemahkan wacana diplomasi, dengan mengambil studi kasus pada konten diplomasi Jepang di media sosial Instagram. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa secara umum, gaya penerjemahan pada konten diplomasi Jepang di media sosial Jepang cenderung menggunakan metode communicative semantic. Metode komunikatif digunakan karena memprioritaskan kejelasan bagi pembaca Indonesia. Metode semantik digunakan karena penerjemah tetap ingin mempertahankan struktur makna tek sumber tanpa terlalu domestikasi. Gabungan metode menerjemahkan dapat digunakan dengan tujuan agar penerjemah dapat menghasilkan hasil penerjemahan yang mudah dipahami dan ideologi wacana yang tersirat dapat sampai dengan halus ke benak pembaca.
AbstractThis study aims to describe the translation methods used to translate diplomatic discourse, using a case study of Japanese diplomatic content on Instagram. The method used is descriptive qualitative. The analysis concludes that, in general, the translation style of Japanese diplomatic content on Japanese social media tends to use the communicative-semantic method. The communicative method is used because it prioritizes clarity for Indonesian readers. The semantic method is used because the translator wants to maintain the meaning structure of the source text without overly domesticating it. A combination of translation methods used to produce easily understandable translations and ensure that the implicit discourse ideology is conveyed smoothly to the reader.

















