Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Harmonisasi Sosial

  • Fadhilah Aini Universitas Pendidikan Indonesia
  • karim Suryadi Universitas Pendidikan Indonesia
  • Kokom Komalasari Universitas Pendidikan Indonesia
  • Nurul Husna UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Mutia Hidayati UIN Ar Raniry Banda Aceh
Kata Kunci: Pendidikan, Kewarganegaraan, Harmonisasi, Sosial, Sekolah

Abstrak

ABSTRAK

Indonesia kaya keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berperan strategis membentuk harmonisasi sosial melalui penanaman nilai toleransi, solidaritas, dan penghargaan perbedaan pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan studi literatur kualitatif deskriptif untuk menganalisis peran PKn di sekolah. Hasilnya, PKn tidak hanya mentransfer pengetahuan kewarganegaraan, tapi juga membentuk karakter inklusif dan beradab via pembelajaran multikultural serta kearifan lokal. Meski tantangan seperti intoleransi dan diskriminasi masih ada, PKn memperkuat integrasi nasional dan lingkungan belajar damai. Penguatan kurikulum berbasis kebhinekaan, peran guru aktif, serta sinergi sekolah-keluarga-masyarakat esensial untuk generasi harmonis dalam keberagaman Indonesia.

ABSTRACT

Indonesia is rich in ethnic, religious, racial, and cultural diversity, which has the potential to cause social conflict. Civics Education (PKn) plays a strategic role in fostering social harmony by instilling values ​​of tolerance, solidarity, and respect for differences in students. This research uses descriptive qualitative literature to analyze the role of PKn in schools. The results show that PKn not only transfers civic knowledge but also shapes inclusive and civilized character through multicultural learning and local wisdom. Although challenges such as intolerance and discrimination persist, PKn strengthens national integration and a peaceful learning environment. Strengthening diversity-based curricula, the active role of teachers, and synergy between schools, families, and communities are essential for a harmonious generation amidst Indonesia's diversity.

Diterbitkan
2025-12-31